Skip to main content

Review Buku Reasons to Stay Alive Karya Matt Haig

 Depresi itu apa sih?

Yah mungkin semacam hantu kelam yang terus mengganggu pikiran sang pengidapnya. Sebuah perasaan yang begitu mengerikan, tak ada harapan untuk melanjutkan hidup.

Di dalam buku “Reasons to Stay Alive” menceritakan pengalaman pribadi seorang matt  Haig yang berhasil melawan depresinya.

Cover buku "Reasons to Stay Alive"
Ia menceritakan pengalaman-pengalamannya secara detail tentang bagaimana perasaannya saat bertemu orang banyak, atau hanya sekedar datang ke toserba.

Ia bahkan sempat berpikir untuk bunuh diri, melompat dari tebing agar kesedihan yang terus mengganggunya segera hilang. Tapi, pada akhirnya ia mengurungkan niatnya.

Ia juga mengomsumsi obat-obatan sekadar untuk membatunya melawan rasa tidak tenang dalam jiwanya.

Tetapi, pada akhirnya ia menyadari bahwa obat-obatan tak dapat menyembuhkannya.

Ia mengatakan bahwa pil-pil itu hanyalah memberikan jarak dari rasa sakitnya.

“Karena pada dasarnya tidak ada pil ajaib yang bisa menyembuhkan depresi seakurat itu. Kita adalah laboratorium diri kita sendiri.”

Ia melawan depresi dengan caranya sendiri, bukan berharap pada orang lain. Karena pada dasarnya orang-orang yang kita sayangi, yang selalu berada di sekitar kita bahkan tak bisa memahami detail persaan kita, hanya kita sendirilah yang mengerti diri kita.

Ia memaparkan segala cara yang telah ia coba untuk memulihkan dirinya dalam buku ini yang mungkin saja bisa menjadi solusi bagi orang-orang yang membaca buku ini.


Berikut adalah rangkuman singkat dari buku “Reasons to Stay Alive”

Depresi itu tidak selalu memiliki sebab yang jelas, depresi itu misterius, bahkan bagi para penderitanya.

Beberapa orang berpikir bahwa orang-orang yang depresi hanya menginginkan kebahagian, tapi pada kenyataannya tidak demikian.

Mereka hanya ingin agar kepedihannya lenyap. Kerap kali bunuh diri adalah solusi fenomenal yang mereka miliki.

Matt Haig takut dengan bayangannya sendiri. Jika ia menatap suatu objek cukup lama seperti sepatu, bantal, kursi, awan, dia akan melihat sesuatu yang jahat di dalamnya.

Untuk mengatasi gangguan-gangguan yang ia alami, ia mengkomsumsi obat-obatan. Ia meminum diazepam dan juga obat tidur.

Dormidina adalah obat tidur yang tidak membantunya untuk tidur.Tetapi membantunya agar bisa bangun tanpa merasa sepenuhnya ketakutan.

Ia pernah meminum obat tidur. Lalu sorenya ia juga meminum diazepam. Ia tidak yakin bahwa hal itu akan membuatnya lebih dekat dengan kesembuhan. Ia tetap merasa pedih.

Ia kemudian memilih untuk memulihkann diri tanpa bantuan obat lagi. Ia mengatakan bahwa “dengan tidak meminum obat, saya menjadi sangat mengenal diri saya.

"Saya terbantu dengan mengetahui apa yang sebenarnya yang membuat saya merasa lebih baik.”

Qoute of the book "Reasons to Stay Alive" By Matt Haig
Depresi bukanlah diri Anda. Depresi hanyalah sesuatu yang terjadi pada diri Anda. Depresi kadang bisa reda dengan bicara. Dengan kata-kata, rasa nyaman, dukungan.

Matt menyadari bahwa berbicara merupakan terapi. Saat kita berbicara, harapan pun mulai ada.

Kadang menjalani sesuatu yang sangat saya takutkan dan bertahan dalam situasi itu merupakan terapi terbaik.

Kalau anda takut berada di luar rumah, pergilah ke luar rumah.

Kalau Anda takut pada tempat sempit yang tertutup, habiskan beberapa waktu dalam lift.

Kalau Anda takut berpisah, paksa diri anda untuk sendirian selama beberapa waktu.

Ketika Anda depresi dan gelisah, zona nyaman Anda memang menciut, dari sebesar dunia menjadi seukuran tempat tidur. Atau malah lenyap sama sekali.

Anda harus merasa tidak nyaman. Anda harus terluka. Luka adalah tempat cahaya masuk.

Lupakan rasa aman. Hiduplah di tempat yang Anda takuti untuk hidup.

Alasanmu untuk tetap hidup adalah, karena benak kita memiliki sistem cuaca sendiri. Anda berada di tempat angin topan. Angin topan juga lama-lama akan kehabisan energi.

Bertahanlah. Tidak ada yang berlangsung selamanya. Penderitaan ini tidak akan menetap.

Suatu hari nanti anda akan merasakan kebahagiaan yang sepadan dengan kepedihan ini. kehidupan sudah menanti Anda.

Mungkin Anda akan terperangkap sebentar di sini. Tapi dunia tidak akan ke mana-mana. Bertahanlah kalau anda bisa. Hidup ini selalu layak dipertahankan.

Baginya, buku-buku adalah alasannya untuk tetap hidup.

Setiap kali ia membaca buku yang bagus ia merasa bagai membaca peta harta karun, dan harta yang dimaksud adalah dirinya sendiri.

Namun setiap peta tidak lengkap, dan ia hanya akan menemukan harta karun itu kalau dia membaca semua buku.

Jadi, proses menemukan dirinya yang terbaik merupakan petualangan tanpa akhir. Orang-orang yang menyukai buku sering dicap kesepian.

Tapi baginya, buku-buku justru adalah cara untuk keluar dari perasaan kesepian

Dunia tidak perlu memahami Anda. Tidak apa-apa. Ada beberapa orang yang tidak akan pernah benar-benar memahami apa yang belum pernah mereka alami.

 Baca juga:

Comments

Popular posts from this blog

Cara Penulisan Tanda Baca Pada Dialog Tag (Novel/Cerpen)

Bagaimana sih cara penulisan tanda baca pada dialog tag? Balik lagi nih sama aku, dengererin aku bercerita yahhh. Cuma sebentar kok, hehehe…. Kali ini aku mau singgung sedikit tentang dialog tag . Biasanya dialog tag ini dijumpai dalam karya fiksi seperti novel atau cerpen. Untuk mengenal lebih dalam lagi apa itu karya fiksi silahkan liat di sini yahh  definisi fiksi dan nonfiksi Jadi kali ini aku bakalan ceritain tentang diriku yang baru-baru ini terjun dalam dunia kepenulisan. Baru banget sih masih sekitaran bulan september kemarin 2021. Gak pernah nyangka bahwa suatu hari aku bakalan terjun dalam dunia literasi. Dulu saat sekolah, aku selalu mikir kayak gini “ngapain sih belajar bahasa Indo, gak guna banget. Toh dalam kehidupan sehari-hari juga gak kepake.  Setiap hari kita ngomong juga gak perlu tuh pake kalimat yang terstruktur seperti harus pake kalimat subjek+objek+predikat+keterangan.  Gak ada tuh kek gituan, bahasa baku juga gak kepake. Lalu apa dong tujua...

Review Buku: How to Respect Myself Karya Yoon Hong Gyun

HOW TO RESPECT MYSELF Buku "How To Respect Myself" Buku “How To Respect Myself” adalah buku yang membahas tentang harga diri, tips-tips   meningkatkan harga diri dan mencintai diri sendiri.  Buku ini ditulis oleh Yoon Hong Gyun yang merupakan dokter kejiwaan. Di dalam buku ini terdapat banyak sekali latihan-latihan yang dapat dipraktekkan bagi pembaca untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Kelebihan Yang menarik dari buku ini ialah dokter Yoon Hong Gyun kebanyakan mengangkat kisah yang dialami oleh pasiennya termasuk yang dialami oleh dirinya sendiri. Dengan begitu, informasi yang didapat pembaca terasa begitu nyata. Kekurangan Adapun kekurangan dari buku ini yaitu, karena pembagian bab ke dalam sub bab yang banyak sehingga terdapat beberapa sub bab yang terlalu singkat sehingga masih meninggalkan ketergantungan pembahasan. Meski demikian, janganlah kita terfokus pada kekurangannya tapi coba lihat berapa banyak kelebihan yang dipaparkan buku ini dalam membantu oran...

Pengertian Denotasi dan Konotasi yang mudah dipahami

  Denotasi dan Konotasi itu apa sih?  Denotasi dan konotasi ini lumayan mirip yah kayak saudara kembar aja, hehehe…. Benar! Layaknya saudara kembar yang tentunya mirip tetapi tetap saja memiliki perbedaan.  Meski mereka terlahir dari rahim yang sama, memiliki wajah yang sama tetap saja ada perbedaannya baik perbedaan besar maupun kecil. Jika si Rina memiliki tahi lalat di hidungnya, biasanya Rana tidak memilikinya. Atau mungkin memiliki tetapi tidak terletak di tempat yang sama dengan Rina. Jika si Rina orangnya cerewet, besar kemungkinan si Rana pendiam. Sama halnya dengan Mas Kono dan Mas Deno ini. Denotasi/denotatif adalah pengungkapan suatu kata yang merujuk pada arti yang sebenarnya sehingga mudah dipahami. Sedangkan Konotasi/konotatif lebih merujuk pada arti yang bukan maksud sesungguhnya atau sering disebut dengan kata kiasan. Denotasi/denotatif lebih mudah kita temukan karena merupakan kata yang sebenarnya tertulis pada kalimat. Sementara Kata konotasi/...