Skip to main content

Pengertian Denotasi dan Konotasi yang mudah dipahami

 


Denotasi dan Konotasi itu apa sih? 

Denotasi dan konotasi ini lumayan mirip yah kayak saudara kembar aja, hehehe….

Benar! Layaknya saudara kembar yang tentunya mirip tetapi tetap saja memiliki perbedaan. 

Meski mereka terlahir dari rahim yang sama, memiliki wajah yang sama tetap saja ada perbedaannya baik perbedaan besar maupun kecil.

Jika si Rina memiliki tahi lalat di hidungnya, biasanya Rana tidak memilikinya. Atau mungkin memiliki tetapi tidak terletak di tempat yang sama dengan Rina.

Jika si Rina orangnya cerewet, besar kemungkinan si Rana pendiam. Sama halnya dengan Mas Kono dan Mas Deno ini.

Denotasi/denotatif adalah pengungkapan suatu kata yang merujuk pada arti yang sebenarnya sehingga mudah dipahami.

Sedangkan Konotasi/konotatif lebih merujuk pada arti yang bukan maksud sesungguhnya atau sering disebut dengan kata kiasan.

Denotasi/denotatif lebih mudah kita temukan karena merupakan kata yang sebenarnya tertulis pada kalimat.

Sementara Kata konotasi/konotatif, biasa kita temukan pada sebuah pantun, cerpen, puisi dan berbagai karya sastra lainnya.

Jadi, Mas Kono ini lebih suka berbicara secara belibet sedangkan Mas Deno lebih suka bicara to the point saja.

Denotasi menurut KBBI yaitu, makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi dan bersifat objektif.

Konotasi menurut KBBI yaitu, tautan pikiran yang menimbulkan nilai rasa pada sesorang ketika berhadapan dengan sebuah kata; makna yang ditambahkan pada makna denotasi.

Misalnya: Vina hanya sebagai sapi perah bagi bosnya.

Nah makna sapi perah ini bukan makna yang sebenarnya, bukan berarti vina ini jadi sapi tetapi maksudnya tuh Vina hanya dimanfaatkan saja (sapi perah: dimanfaatkan saja).

Sebaliknya, denotatif itu berbeda dengan konotatif, kono ini akan bersikap tegas, menyampaikan terus terang apa yang ia maksud.

Misalnya: Zidan memiliki seekor sapi perah.

Bingung? 

Contoh di atas tadi sapi perah, sekarang juga sapi perah, gimana maksudnya? Tenang, tenang, tenang, aku jelasin pelan-pelan yah. 

Jadi sapi perah kali ini bukan lagi berarti “dimanfaatkan” namun telah merujuk pada arti yang sebenarnya yaitu sapi yang diambil air susunya.

Jadi semuanya itu kembali lagi ke konteks kalimatnya yah teman-teman. 

Kalau kita hanya mengatakan “sapi perah” saja. Maka kita akan memahami bahwa maksudnya itu sapi yang diambil susunya. 

Namun jika kita mengatakan dengan beberapa tambahan kalimat itu bisa berarti bermakna lain, jadi tergantung konteks kalimatnya juga yah.

Semoga kamu ngerti yah dengan celotehku kali ini (I hope it). Sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Penulisan Tanda Baca Pada Dialog Tag (Novel/Cerpen)

Bagaimana sih cara penulisan tanda baca pada dialog tag? Balik lagi nih sama aku, dengererin aku bercerita yahhh. Cuma sebentar kok, hehehe…. Kali ini aku mau singgung sedikit tentang dialog tag . Biasanya dialog tag ini dijumpai dalam karya fiksi seperti novel atau cerpen. Untuk mengenal lebih dalam lagi apa itu karya fiksi silahkan liat di sini yahh  definisi fiksi dan nonfiksi Jadi kali ini aku bakalan ceritain tentang diriku yang baru-baru ini terjun dalam dunia kepenulisan. Baru banget sih masih sekitaran bulan september kemarin 2021. Gak pernah nyangka bahwa suatu hari aku bakalan terjun dalam dunia literasi. Dulu saat sekolah, aku selalu mikir kayak gini “ngapain sih belajar bahasa Indo, gak guna banget. Toh dalam kehidupan sehari-hari juga gak kepake.  Setiap hari kita ngomong juga gak perlu tuh pake kalimat yang terstruktur seperti harus pake kalimat subjek+objek+predikat+keterangan.  Gak ada tuh kek gituan, bahasa baku juga gak kepake. Lalu apa dong tujua...

Review Buku: How to Respect Myself Karya Yoon Hong Gyun

HOW TO RESPECT MYSELF Buku "How To Respect Myself" Buku “How To Respect Myself” adalah buku yang membahas tentang harga diri, tips-tips   meningkatkan harga diri dan mencintai diri sendiri.  Buku ini ditulis oleh Yoon Hong Gyun yang merupakan dokter kejiwaan. Di dalam buku ini terdapat banyak sekali latihan-latihan yang dapat dipraktekkan bagi pembaca untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Kelebihan Yang menarik dari buku ini ialah dokter Yoon Hong Gyun kebanyakan mengangkat kisah yang dialami oleh pasiennya termasuk yang dialami oleh dirinya sendiri. Dengan begitu, informasi yang didapat pembaca terasa begitu nyata. Kekurangan Adapun kekurangan dari buku ini yaitu, karena pembagian bab ke dalam sub bab yang banyak sehingga terdapat beberapa sub bab yang terlalu singkat sehingga masih meninggalkan ketergantungan pembahasan. Meski demikian, janganlah kita terfokus pada kekurangannya tapi coba lihat berapa banyak kelebihan yang dipaparkan buku ini dalam membantu oran...