Skip to main content

Review Buku: How to Respect Myself Karya Yoon Hong Gyun

HOW TO RESPECT MYSELF

Buku "How To Respect Myself"
Buku “How To Respect Myself” adalah buku yang membahas tentang harga diri, tips-tips  meningkatkan harga diri dan mencintai diri sendiri. 

Buku ini ditulis oleh Yoon Hong Gyun yang merupakan dokter kejiwaan. Di dalam buku ini terdapat banyak sekali latihan-latihan yang dapat dipraktekkan bagi pembaca untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Kelebihan

Yang menarik dari buku ini ialah dokter Yoon Hong Gyun kebanyakan mengangkat kisah yang dialami oleh pasiennya termasuk yang dialami oleh dirinya sendiri. Dengan begitu, informasi yang didapat pembaca terasa begitu nyata.

Kekurangan

Adapun kekurangan dari buku ini yaitu, karena pembagian bab ke dalam sub bab yang banyak sehingga terdapat beberapa sub bab yang terlalu singkat sehingga masih meninggalkan ketergantungan pembahasan.

Meski demikian, janganlah kita terfokus pada kekurangannya tapi coba lihat berapa banyak kelebihan yang dipaparkan buku ini dalam membantu orang-orang untuk memulihkan harga diri mereka.

Baca juga: Review: kami (bukan) Jongos Berdari karya J.S. khairen

Berikut rangkuman singkat dari buku “How to Respect Myself”:

Kebiasaan yang harus dibuang untuk memulihkan harga diri yaitu: Mudah putus asa, tidak bergairah, rendah diri, menunda dan menghindar, sensitif. Kamu harus membuang keenam keiasaan ini.

Jika ingin memiliki motivasi, berhentilah berpikir. 

Tentu di awal mungkin tidak mudah. 

Di saat seperti itu, gerakkanlah tubuh sekenanya. Cobalah untuk mengangguk-anggukkan kepala. Cobalah untuk menggoyang-goyangkan tangan. Jangan menunggu motivasi tumbuh dari suatu tempat.

Rasa rendah diri juga merupakan sebuah emosi sehingga tidak bisa mutlak dilihat buruk. Mengakui bagian yang kurang pada diri dan berusaha melengkapinya dapat menjadi energi yang baik. 

Namun, orang yang berpikir bahwa “Aku adalah manusia yang rendah”, harga dirinya tidak akan sehat. Tidak bisa berbahagia.

Yoon Hong Gyun juga menjelakan empat cara untuk mengatasi masalah harga diri yaitu:

1.      Mendulukan hati

Mari kita pikirkan apa yang paling menyakiti hati kita dan bagaimana cara mengobatinya. 

Kita harus mengerahkan seluruh energi untuk mengubah dan memperbaiki hati yang sakit tersebut.

2.      Bergerak

Proses memulihkan harga diri tidak akan terwujud jika hanya di dalam hati. Tidak akan ada yang berubah bila hanya dipikirkan di dalam kepala. 

Kita harus membaca buku, menulis dan juga berbicara. Bila perlu, kita juga bisa menggambar atau berolahraga. Perubahan dimulai dari tindakan.

3.      Meneruskan

Mungkin akan ada perasaan bosan atau emosi negatif yang menerobos. Meskipun demikian, teruslah bergerak dan jangan menunda atau berhenti. 

Jika tahapan mengakrabkan diri dengan harga diri dijalankan, kita akan lebih bisa mengendalikan hati dibandingkan sebelumnya.

4.      Tidak sendirian

Sebaiknya lakukan secara bersama-sama agar bisa tetap lanjut. 

Jika merasa tidak bisa melakukannya bersama orang lain, Anda bisa melakukannya dengan kertas memo, buku harian, dan blog. 

Saya menyarankan Anda setiap harinya mencatat apa dan bagaimana usaha anda setiap harinya daripada membiarkannya berlalu begitu saja.

Qoute dari buku "How To Respect Myself"
Perubahan tidak terjadi hanya dengan satu kali percobaan atau kebulatan tekad. Berhasil kemudian gagal, kemudian berhasil lagi, begitu terus berulang-ulang.

Memandang tinggi dan menghargai diri sendiri adalah hal yang benar. Hal yang membuat bahagia. Kita harus percaya bahwa kita akan bahagia. 

Dicemburui lebih membahagiakan daripada diabaikan. Didengki lebih membahagiakan daripada dikasihani. 

Kita bisa berbahagia tanpa perhatian orang lain. Dan, harga diri yang pulih tidak akan merugikan atau melukai siapa pun.

“Tidak apa-apa. siapa pun begitu”, “kamu sudah melakukan yang terbaik. Sekarang juga sudah lumayan”, “Aku menyayangimu. Apa pun yang terjadi, jangan lupa bahwa kamu layak dicintai”.

Itu semua adalah ucapan yang ingin didengar oleh otak kita. Harga diri kita tidak dapat tumbuh karena kita tidak bisa mendengar kata-kata ini. Harga diri perlahan-lahan akan pulih dan tumbuh setelah mendengarnya.

Harga diri itu seperti rumah. Sekeras dan sesulit apa pun kenyataan, kita akan bisa bertahan jika rumah kita nyaman. 

Sekian banyak kritikan, perbandingan, dan situasi eksternal yang menyedihkan adalah sejenis cuaca buruk yang menyerang hati. 

Harga diri harus kuat agar kita bisa menghindar dengan aman dan bisa menata tubuh dan hati dengan baik.

Sekian review kali ini, dan sampai jumpa pada postingan berikutnya...

Baca juga: Kapan Waktu terbaik untuk bekerja atau belajar (penulis)

Baca juga: Definisi Fiksi dan Nonfiksi beserta ciri-cirinya

Baca juga: Mau Jadi Penulis? Intip Caranya Yuk!

Comments

Popular posts from this blog

Cara Penulisan Tanda Baca Pada Dialog Tag (Novel/Cerpen)

Bagaimana sih cara penulisan tanda baca pada dialog tag? Balik lagi nih sama aku, dengererin aku bercerita yahhh. Cuma sebentar kok, hehehe…. Kali ini aku mau singgung sedikit tentang dialog tag . Biasanya dialog tag ini dijumpai dalam karya fiksi seperti novel atau cerpen. Untuk mengenal lebih dalam lagi apa itu karya fiksi silahkan liat di sini yahh  definisi fiksi dan nonfiksi Jadi kali ini aku bakalan ceritain tentang diriku yang baru-baru ini terjun dalam dunia kepenulisan. Baru banget sih masih sekitaran bulan september kemarin 2021. Gak pernah nyangka bahwa suatu hari aku bakalan terjun dalam dunia literasi. Dulu saat sekolah, aku selalu mikir kayak gini “ngapain sih belajar bahasa Indo, gak guna banget. Toh dalam kehidupan sehari-hari juga gak kepake.  Setiap hari kita ngomong juga gak perlu tuh pake kalimat yang terstruktur seperti harus pake kalimat subjek+objek+predikat+keterangan.  Gak ada tuh kek gituan, bahasa baku juga gak kepake. Lalu apa dong tujua...

Pengertian Denotasi dan Konotasi yang mudah dipahami

  Denotasi dan Konotasi itu apa sih?  Denotasi dan konotasi ini lumayan mirip yah kayak saudara kembar aja, hehehe…. Benar! Layaknya saudara kembar yang tentunya mirip tetapi tetap saja memiliki perbedaan.  Meski mereka terlahir dari rahim yang sama, memiliki wajah yang sama tetap saja ada perbedaannya baik perbedaan besar maupun kecil. Jika si Rina memiliki tahi lalat di hidungnya, biasanya Rana tidak memilikinya. Atau mungkin memiliki tetapi tidak terletak di tempat yang sama dengan Rina. Jika si Rina orangnya cerewet, besar kemungkinan si Rana pendiam. Sama halnya dengan Mas Kono dan Mas Deno ini. Denotasi/denotatif adalah pengungkapan suatu kata yang merujuk pada arti yang sebenarnya sehingga mudah dipahami. Sedangkan Konotasi/konotatif lebih merujuk pada arti yang bukan maksud sesungguhnya atau sering disebut dengan kata kiasan. Denotasi/denotatif lebih mudah kita temukan karena merupakan kata yang sebenarnya tertulis pada kalimat. Sementara Kata konotasi/...