Skip to main content

Kapan Waktu Terbaik untuk Bekerja atau Belajar (Penulis)

Kapan waktu terbaik untuk menulis?

Akan ada yang menjawab subuh, pagi, siang dan juga malam.  

Sebagian besar mengatakan bahwa mereka lebih suka menulis pada malam hari. Tapi kalau di pikir-pikir sih, malam itu memang waktu yang baik yah. Mengingat malam hari itu kadang sunyi. Apalagi jika semua orang sudah tidur maka kita dapat menuangkan ide dengan lebih nyaman tanpa gangguan. 

Jika pagi atau siang biasanya ada begitu banyak gangguan di sekitar kita. Apalagi jika kita nulisnya di rumah, punya adik misalnya dan hal-hal lainnya yang dapat mengganggu konsentrasi.

Nah, berikut ini merupakan penjelasan mengenai waktu-waktu tersebut

1. Malam Hari
Ilustrasi seseorang yang bekerja pada malam hari

Malam hari merupakan waktu yang damai, tenang sehingga menjadi waktu favorite bagi sebagian besar orang untuk bekerja atau belajar. Sebagian orang lebih produktif ketika bekerja di waktu-waktu yang tenang seperti malam hari.

2. Subuh

Sebagian orang juga memilih waktu ini untuk memulai bekerja atau belajar. Karena saat subuh, otak masih dalam keadaan fresh dibandingkan dengan malam hari. Ketika malam hari seseorang mungkin saja sangat kelelahan akibat terlalu banyak aktifitas pada siang harinya sehingga sulit baginya untuk berkonsentrasi.

3. Pagi Hari
Ilustrasi pagi hari

Waktu ini mirip dengan subuh hari. Suasana yang membuat otak masih terasa segar, aktif, dan mudah memahami.

4. Siang hari
Ilustrasi seseorang yang sedang kelelahan

Siang hari merupakan waktu bagi otak untuk istirahat. Saat itu, otak butuh jeda sehingga kurang efektif baginya untuk terus berpikir dan berkonsentasi penuh.

Nah, dari keempat waktu ini, yang mana nih waktu favorite-mu?

Kalau aku punya jawaban tersendiri nih, yaitu semua waktu itu adalah waktu terbaik bagiku. Gak peduli pagi, siang, malam atau subuh karena yang terpenting bagiku adalah mood dan ide.

Jika kamu memiliki banyak ide dalam pikiranmu, maka itu adalah waktu terbaik untuk mengeksekusi ide tersebut. Jangan tunda, jangan katakan nanti aja, tunggu malam atau besok pagi aja. Karena ide yang didapatkan pada waktu berikutnya kadang kali tidak lagi sebaik ide yang didapat pada kesan pertama. 

Bakan terkadang kita sendiri yang menemukan ide itu tetapi kita sendiri yang melupakannya. Ingatan kita tak selamnya tajam, ide yang terbesit dalam lima menit yang lalu bisa saja dilupkan hanya dalam waktu tiga menit kemudian.

Baca juga: Mau jadi penulis? intip caranya yuk!

Jika aku memiliki banyak ide, truss gimana cara menuangkannya dalam waktu bersamaan?

Aku gak nyuruh buat nulis semua ide itu secara sempurna lohh. Saya cuma nyuruh catat garis-garis besarnya biar gak kelupaan. Kalaupun kamu bisa menulis secara menyeluruh saat itu juga, maka itu akan lebih baik. Karena nyari ide itu termasuk hal yang lumayan sulit looh guys. 

Apalagi kalau lagi gak mood, susahnya kelewatan.

Punya ide tapi gak mood atau lagi malas, nah ini susah juga. Mau itu pagi hari yang masih seger-segernya juga tetap saja. Jika kondisi ini menyapa akan menyebabkan kesulitan dalam menuangkan pikiran. 

Kadang kala ide itu numpuk doang dalam kepala tetapi gak ditulis karena malas dan lama-kelamaan bakalan hilang bagaikan ditelan bumi.

Nyesek banget kan rasanya jika kita dulunya pernah punya ide tetapi pas kita pengen nulis kita malah gak inget dengan ide yang dulu pernah muncul. Makanya saya bilang catat outlinenya (garis-garis besarnya/konsepnya).

Kesimpulannya, kapan pun itu tidak jadi masalah. Tergantung dari kondisi kita masing-masing yah temen-temen terutama pas dapat idenya, langsung eksekusi deh.

 

Comments

Popular posts from this blog

Cara Penulisan Tanda Baca Pada Dialog Tag (Novel/Cerpen)

Bagaimana sih cara penulisan tanda baca pada dialog tag? Balik lagi nih sama aku, dengererin aku bercerita yahhh. Cuma sebentar kok, hehehe…. Kali ini aku mau singgung sedikit tentang dialog tag . Biasanya dialog tag ini dijumpai dalam karya fiksi seperti novel atau cerpen. Untuk mengenal lebih dalam lagi apa itu karya fiksi silahkan liat di sini yahh  definisi fiksi dan nonfiksi Jadi kali ini aku bakalan ceritain tentang diriku yang baru-baru ini terjun dalam dunia kepenulisan. Baru banget sih masih sekitaran bulan september kemarin 2021. Gak pernah nyangka bahwa suatu hari aku bakalan terjun dalam dunia literasi. Dulu saat sekolah, aku selalu mikir kayak gini “ngapain sih belajar bahasa Indo, gak guna banget. Toh dalam kehidupan sehari-hari juga gak kepake.  Setiap hari kita ngomong juga gak perlu tuh pake kalimat yang terstruktur seperti harus pake kalimat subjek+objek+predikat+keterangan.  Gak ada tuh kek gituan, bahasa baku juga gak kepake. Lalu apa dong tujua...

Review Buku: How to Respect Myself Karya Yoon Hong Gyun

HOW TO RESPECT MYSELF Buku "How To Respect Myself" Buku “How To Respect Myself” adalah buku yang membahas tentang harga diri, tips-tips   meningkatkan harga diri dan mencintai diri sendiri.  Buku ini ditulis oleh Yoon Hong Gyun yang merupakan dokter kejiwaan. Di dalam buku ini terdapat banyak sekali latihan-latihan yang dapat dipraktekkan bagi pembaca untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Kelebihan Yang menarik dari buku ini ialah dokter Yoon Hong Gyun kebanyakan mengangkat kisah yang dialami oleh pasiennya termasuk yang dialami oleh dirinya sendiri. Dengan begitu, informasi yang didapat pembaca terasa begitu nyata. Kekurangan Adapun kekurangan dari buku ini yaitu, karena pembagian bab ke dalam sub bab yang banyak sehingga terdapat beberapa sub bab yang terlalu singkat sehingga masih meninggalkan ketergantungan pembahasan. Meski demikian, janganlah kita terfokus pada kekurangannya tapi coba lihat berapa banyak kelebihan yang dipaparkan buku ini dalam membantu oran...

Pengertian Denotasi dan Konotasi yang mudah dipahami

  Denotasi dan Konotasi itu apa sih?  Denotasi dan konotasi ini lumayan mirip yah kayak saudara kembar aja, hehehe…. Benar! Layaknya saudara kembar yang tentunya mirip tetapi tetap saja memiliki perbedaan.  Meski mereka terlahir dari rahim yang sama, memiliki wajah yang sama tetap saja ada perbedaannya baik perbedaan besar maupun kecil. Jika si Rina memiliki tahi lalat di hidungnya, biasanya Rana tidak memilikinya. Atau mungkin memiliki tetapi tidak terletak di tempat yang sama dengan Rina. Jika si Rina orangnya cerewet, besar kemungkinan si Rana pendiam. Sama halnya dengan Mas Kono dan Mas Deno ini. Denotasi/denotatif adalah pengungkapan suatu kata yang merujuk pada arti yang sebenarnya sehingga mudah dipahami. Sedangkan Konotasi/konotatif lebih merujuk pada arti yang bukan maksud sesungguhnya atau sering disebut dengan kata kiasan. Denotasi/denotatif lebih mudah kita temukan karena merupakan kata yang sebenarnya tertulis pada kalimat. Sementara Kata konotasi/...