| Ilustrasi seseorang yang sedang writer's block |
Writer’s block itu apa sih?
Writer’s block merupakan suatu kebuntuan yang dialami oleh seorang penulis. Dalam hal ini, penulis biasanya tidak dapat melanjutkan tulisannya. Atau bisa juga tidak bisa membuat/memulai tulisannya.
Dan apa yang kamu lakukan di saat writers
block?
Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu
coba jika kamu sedang berada di fase writer’s block ini.
1.
Free writing
Kalau
kamu benar-benar stuck, kamu boleh corat coret apa aja di bukumu atau laptopmu.
Tulis apa aja, bebas. Bahkan uneg-uneg sekalian lepasin deh. Asal jangan
dicampur aja sama naskah tulisan kamu, hehehe.
Kamu
nulis aja tuh tanpa memperhatikan aturan kepenulisan, tanda bacanya salah atau
benar, ada typo atau nggak, pokoknya kamu nulis bebas aja dulu. Kamu bisa
balik merevisi semuanya jika writer’s block-mu sudah hilang.
2.
Membaca
Siapa tau aja, kamu stuck gara-gara gak
ada ide, karena gak pernah nyari referensi. Jadi banyakin baca buku yah karena
nulis dan baca itu gak bisa banget dipisahin.
3.
Berdiskusi
Sesekali
kamu butuh mendiskusikan tentang tulisanmu kepada temanmu. Saranku sih, pilih teman
yang sama-sama suka nulis. Karena kalau nggak, takutnya gak bakalan nyambung
diskusinya.
Kamu
bisa bertukar pikiran dengannya , dapat memberikan saran mengenai tulisanmu,
serta terkadang dapat membangkitkan idemu.
4.
Singkirkan pengganggu
Aku
pernah singgung mengenai hal ini dalam tulisanku yang lain, yang membahas
tentang tips konsisten. Klik di sini
Apa-apa
saja yang mengganggumu bisa kamu singkirin dulu yah biar kamu dapat fokus dalam
memulai atau melanjutkan tulisanmu. Scroll sosmednya bentaran dulu yah,
kamu nulis aja dulu.
5.
Melakukan hal-hal yang menyenangkan
Mungkin
kamu terlalu bosan melulis setiap hari, duduk di tempat yang sama, menatap
dinding yang sama. Pada umumnya hal-hal yang dilakukan secara monoton atau
terus menerus memang rawan menimbulkan kejenuhan. So, kamu bisa mengistirahatkan
diri dengan melakukan hal-hal yang kamu sukai. Misalnya, berkebun, berolahraga,
atau hal-hal lainnya.
6.
Membaca kembali kerangka tulisan
Terkadang,
seorang penulis merasa tidak mampu melanjutkan tulisannya karena ia tidak menguasai
semua konsep dalam tulisanya, maka dari itu ia butuh untuk meninjau kembali
konsepnya. Misalnya, jika menulis sebuah novel, terkadang seseorang lupa dengan
ceritanya sendiri, lupa sudah sampai mana pembahasannya.
7.
Ingat kembali tujuan atau motivasi menulis
Terkadang
hal ini dapat mengatasi kendalamu seketika. Kamu memulai menulis karena sebuah
alasan kan?
Maka
ingatlah kembali apa yang dulunya menggerakkanmu untuk menulis. Apalagi jika
sesuatu yang mendorongmu untuk menulis adalah sebuah kisah yang menyakitkan,
kamu pasti akan kembali bersemangat karena kamu tidak mau jika luka itu kembali
menggores hatimu.
Jujur saja yah, siapapun itu baik penulis junior
maupun senior pasti pernah nih mengalami trouble yang satu ini. dan
setiap orang punya cara tersendiri untuk mengatasi permasalahan yang mereka
alami.
Seorang Asma Nadia aja nih yang karyanya sudah
banyak, udah pupuler di mana-mana, masih juga ngalamin yang namanya writer’s
block.
Dan cara dia mengatasinya dengan tetap
menyalakan komputernya dan bersaing dengan komputer itu. Dalam hal ini, ia akan
membiarkan dirinya berpikir sambil menatap layar komputernya. Entah siapa yang
kalah, dia atau komputernya (layarnya mati sendiri).
kalau aku, tentu punya cara tersendiri
juga. Jika masalah ini menghampiriku maka aku akan mencoba menerapkan cara yang
dicontohkan oleh Asma Nadia. Namun jika cara itu tidak wort it, aku
biasanya mengistirahatkan diri.
meski sebagai seorang penulis lebih banyak
menghabiskan waktu di rumah, tetap saja butuh waktu untuk bersantai. Sejenak melepaskan
bayang-bayang pekerjaan dalam pikiran.
Tidak apa-apa kok jika kita meliburkan diri
dari kegiatan menulis selama dua atau tiga hari. Asalkan jangan keenakan yahh.
Aku bisa puas-puasin nonton, bersantai dengan
teman-teman atau keluarga atau hal lainnya. Karena pada kenyataannya yang
namanya kejenuhan itu tetap saja ada masanya. Tidak peduli apakah pekerjaan
kita sesuai dengan passion atau tidak, tetap saja ada masanya kita
merasa bosan.Ilustrasi bersantai bersama keluarga (piknik)
Setelah beberapa hari bermain-main, aku pasti
akan kembali teringat dengan kegiatan menulisku. Aku akan kembali membangkitkan
diri, kembali memancing gairah menulisku hingga aku bisa kembali bersemangat.
Nah, dari beberapa tips di atas, mana nih
yang menjadi versimu? Tulis di kolom komentar yahh!
Comments
Post a Comment