Skip to main content

5 Hal yang Perlu kamu Ketahui agar Konsisten Menulis

 

Konsisten nulis itu sulit yah!

Yes, aku tahu, sesemangat-semangatnya seseorang ada kalanya ia akan merasa jenuh, bosan, ataupun lelah. Dan jika hal itu dibiarkan maka lama-kelamaan ia akan berhenti.

Tidak hanya seputar dunia kepenulisan, tetapi hal apa-pun itu. Jika kemalasan yang muncul dalam benak dibiarkan begitu saja menggeluti diri, maka percaya tidak percaya kamu akan berhenti pada akhirnya.

Lihatlah!

Ada begitu banyak penulis, baik itu tulisan fiksi maupun nonfiksi pada akhirnya mereka mengeluhkan tulisannya yang terbengkalai sejak sebulan yang lalu, dua bulan, atau mungkin setahun bahkan lebih lama dari itu.

Pertanyaannya, mengapa hal demikian bisa terjadi?

Lagi-lagi jawaban yang kuberikan adalah karena mereka MALAS.cara mengatasi tantangan terbesar seorang penulis (malas)

Aku tahu suasana hatimu mungkin pernah berada di titk terburuk, rasa malas yang pernah menimpamu sangat sulit dilawan dan pada akhirnya kamu menuruti kemalasanmu itu and finally you are stuck.

Okay, kali ini aku gak mau cuma ngomel-ngomel doang masalah kemalasan. Tetapi aku juga ingin memberikan beberapa tips yang bisa kalian coba agar kalian tetap bisa konsisten menulis dan mengalahkan rasa malas itu.

Disimak yah!

1.      Bikin Goals (Tujuan)

Percaya deh kalau kamu ngelakuin sesuatu tanpa tujuan maka kamu hanya akan membiarkan segalanya ngalir gitu aja. Kamu tidak akan begitu sungguhan mengerjakannya karena pada dasarnya kamu memang tidak memiliki tempat yang ingin dituju (tujuan).

Nah, contoh goal itu apa?

Misal nih, kamu nulis blog. Tujuan kamu nulis blog apa? kalau jawabanmu cuma iseng-iseng doang maka kupastikan kamu gak bakalan konsisten.

Tapi coba deh kalau kamu punya goal maka kamu pasti akan ngejar tujuanmu itu. Misalnya kamu nulis blog agar bisa keterima adsesnse. Terus dapat penghasilan dari situ yang nantinya bisa kamu gunakan untuk keperluan sehari-harimu biar tidak merepotkan orang tua. 

Maka kamu pasti usaha banget tuh buat konsisten ngeblok, sebab ada terget yang telah kamu pasang dan harus kamu kejar.

2.     Membaca/Banyakin Referensi

Sudah kubilang kan kalau menulis itu gak bisa jauh-jauh dari membaca seperti kamu dan aku yang gak bisa jauhan, wkwkwkk.

Banyakin baca deh, karena penyebab kamu stuck itu karena gak ada ide atau bisa dibilang kamu lagi kekurangan bahan bakar jadi gak bisa jalan.

3.     Nulisnya kaya lagi ngomong

Maksudnya, kamu tuh kalau lagi nulis jangan datar-datar aja, tapi libatkan emosimu. Ibaratnya kamu lagi ngomong sama orang pas nulis. Tulisan yang ditulis dengan melibatkan emosi sensasinya beda lhoo dengan tulisan yang datar doang.

4.     Buang Pengganggu

Penggannggu di sini siapa? Apa aja, not only human.

Yang dapat mengganggu itu bukan hanya manusia, tetapi bisa saja barang-barang disekitarmu. Misalnya buku-buku yang bertumpuk di atas mejamu, belum lagi penamu yang berantakan, bukankah itu mengganggu konsentrasimu saat menulis?

Atau selain dari itu, misalnya ponselmu yang terus saja berdering atau mungkin saja tidak berdering tepai tetap saja matamu selalu  menatap ke sana, maka singkirkanlah dulu. Jauhkanlah dulu dari pandanganmu.

5.     Mendisiplinkan diri

Kalau kamu sudah melakukan keempat point di atas, ada satu hal lagi nih yang perlu kamu lakukan, yaitu mendisiplinkan diri. jika kamu menjadikan penulis sebagai profesimu maka kamu akan menghabiskan waktumu lebih banyak di rumah. 

Dan tahukah kamu hal apa yang paling sulit bagi mereka yang bekerja di rumah?

Yes, mendisiplinkan diri!

Jika kamu bekerja di kantor, kamu mungkin akan disiplinkan oleh aturan di sana, aturan yang ditetapkan oleh atasan. Tetapi jika kamu kerja di rumah maka tidak ada yang bisa memberimu aturan selain dirimu sendiri. 

kuncinya? Manajemen waktumu!

6.     Istirahat

Gak perlu dijelasi panjang lebar lagi, kamu pasti ngerti kan dengan point terakhir ini?

Atur waktumu, kapan kamu bekerja, kapan kamu bersama keluarga, dan kapan kamu beristirahat. Produktivitas sih produktivtas tapi jangan sampai over (toxic produktivity).

Setelah baca tulisan ini, jangan lupa diterapkan yah!

Ingat! Ilmu itu jangan sampai dikepala aja tapi harus dipraktekkan juga biar berbuah yang manis.

 

Comments

Popular posts from this blog

Cara Penulisan Tanda Baca Pada Dialog Tag (Novel/Cerpen)

Bagaimana sih cara penulisan tanda baca pada dialog tag? Balik lagi nih sama aku, dengererin aku bercerita yahhh. Cuma sebentar kok, hehehe…. Kali ini aku mau singgung sedikit tentang dialog tag . Biasanya dialog tag ini dijumpai dalam karya fiksi seperti novel atau cerpen. Untuk mengenal lebih dalam lagi apa itu karya fiksi silahkan liat di sini yahh  definisi fiksi dan nonfiksi Jadi kali ini aku bakalan ceritain tentang diriku yang baru-baru ini terjun dalam dunia kepenulisan. Baru banget sih masih sekitaran bulan september kemarin 2021. Gak pernah nyangka bahwa suatu hari aku bakalan terjun dalam dunia literasi. Dulu saat sekolah, aku selalu mikir kayak gini “ngapain sih belajar bahasa Indo, gak guna banget. Toh dalam kehidupan sehari-hari juga gak kepake.  Setiap hari kita ngomong juga gak perlu tuh pake kalimat yang terstruktur seperti harus pake kalimat subjek+objek+predikat+keterangan.  Gak ada tuh kek gituan, bahasa baku juga gak kepake. Lalu apa dong tujua...

Review Buku: How to Respect Myself Karya Yoon Hong Gyun

HOW TO RESPECT MYSELF Buku "How To Respect Myself" Buku “How To Respect Myself” adalah buku yang membahas tentang harga diri, tips-tips   meningkatkan harga diri dan mencintai diri sendiri.  Buku ini ditulis oleh Yoon Hong Gyun yang merupakan dokter kejiwaan. Di dalam buku ini terdapat banyak sekali latihan-latihan yang dapat dipraktekkan bagi pembaca untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Kelebihan Yang menarik dari buku ini ialah dokter Yoon Hong Gyun kebanyakan mengangkat kisah yang dialami oleh pasiennya termasuk yang dialami oleh dirinya sendiri. Dengan begitu, informasi yang didapat pembaca terasa begitu nyata. Kekurangan Adapun kekurangan dari buku ini yaitu, karena pembagian bab ke dalam sub bab yang banyak sehingga terdapat beberapa sub bab yang terlalu singkat sehingga masih meninggalkan ketergantungan pembahasan. Meski demikian, janganlah kita terfokus pada kekurangannya tapi coba lihat berapa banyak kelebihan yang dipaparkan buku ini dalam membantu oran...

Pengertian Denotasi dan Konotasi yang mudah dipahami

  Denotasi dan Konotasi itu apa sih?  Denotasi dan konotasi ini lumayan mirip yah kayak saudara kembar aja, hehehe…. Benar! Layaknya saudara kembar yang tentunya mirip tetapi tetap saja memiliki perbedaan.  Meski mereka terlahir dari rahim yang sama, memiliki wajah yang sama tetap saja ada perbedaannya baik perbedaan besar maupun kecil. Jika si Rina memiliki tahi lalat di hidungnya, biasanya Rana tidak memilikinya. Atau mungkin memiliki tetapi tidak terletak di tempat yang sama dengan Rina. Jika si Rina orangnya cerewet, besar kemungkinan si Rana pendiam. Sama halnya dengan Mas Kono dan Mas Deno ini. Denotasi/denotatif adalah pengungkapan suatu kata yang merujuk pada arti yang sebenarnya sehingga mudah dipahami. Sedangkan Konotasi/konotatif lebih merujuk pada arti yang bukan maksud sesungguhnya atau sering disebut dengan kata kiasan. Denotasi/denotatif lebih mudah kita temukan karena merupakan kata yang sebenarnya tertulis pada kalimat. Sementara Kata konotasi/...