Skip to main content

Yuk, Pelajari Pondasi Awal Sebelum Memulai Menulis!


Langkah awal memulai menulis agar pondasi tulisannya kuat? 

Apasih yang dibutuhkan oleh sorang penulis? 

Kamu pengen jadi penulis tapi gak ngerti sama sekali gimana caranya?

 Yah kaloo menurut aku sih, nulis yah nulis aja. Masalah bener apa salanya itu urusan belakang. Karena seiring berjalannya waktu kita akan belajar dari pengalaman itu sendiri, dan semakin banyak karya yang kita lahirkan semakin banyak pula pembelajaran yang dapat kita petik dari karya kita. 

Skill hebat itu gak serta merta ada, gak langsung melekat dari diri seseorang tetapi juga butuh diasah. Penulis hebat juga gak langsung bisa booming karyanya, pasti awalnya itu banyak juga latihan, banyak juga yang direvisi. Jadi kalau memang niat mau nulis yah  nulis aja, publish aja dulu.

Tetapi sbelum itu tahukah kamu apa yang dibutuhkan seorang penulis sebelum memulai menulis? 

Yups tentu saja kemauan. Ya iyalah kalau gak ada kemauan gimana caranya. Konsisten. Ya iyalah kalau gak konsisten mah gimana caranya tulisannya dapat tamat. Nulis seharian full terus besoknya sudah berhenti yah gimana mau kelar, gimana mau ngelahirin karya ya kan?

Selain dari kemauan dan kekonsistenan ada yang lain lagi loh yang pelu penulis lakuian. Apaan tuh? Yuk disimak!

1. Observasi

Semuanya pasti tahu kan observasi itu apa? iya betul. Observasi berarti pengamatan guys. Artinya, seseorang dapat merasakan dan kemudian memahami secara langsung. 

Seperti yang dikatakan dhikarey nih dalam webinarnya bahwa jika kita ingin menulis kisah tentang anak sekolahan yah kita mesti amati dulu apa saja kebiasaan anak sekolahan, bagaimana suasana kelasnya, berapa uang jajannya dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan anak sekolahan. 

Apalagi jika kita pernah nih jadi anak sekolahan pasti kita sudah pernah dong merasakannya secara langsung. Hanya saja dalam hal ini memang terkadang terdapat perbedaan karena anak sekolahan jamannya kita belum tentu dengan anak sekolah jaman modern. 

Jadi, kita bebas-bebas aja sih kalau mau nulis versi sekarang atau dulu gak ada larangan kok tergantung kreativitas masing-masing. Intinya jangan sampai melenceng dari yang seharusnya sehingga menyebabkan pihak lain tersinggung atau tidak nyaman. Okeh?

2. Referensi

Referensi  adalah sumber acuan atau contoh atau informasi tentang sesuatu. Referensi dalam hal ini dapat diambil dari artikel, atau mungkin buku-buku. Kita sebelum menulis tentang kota Jogja terlebih dahulu harus mengumpulkan informasi yang dibutuhkan berkenaan dengan kota jogja. 

kita perlu untuk mengumpulkan informasi, baik dari hasil pengamatan langsung maupun dari sumber lain. Selain itu referensi yang dimaksud di sini juga berupa patokan dalam menulis. 

Misalnya, kita mau menulis cerita horor maka otomatis kita harus menjadikan buku-buku dengan genre horor sebagai acuan kita. 

Kita harus banyak membaca buku yeng bercerita tentang kisah horor agak kemampuan kita mengolah kosa kata juga meningkat dan wawasan kita mengenai kisah itu juga lebih bertambah sehingga kita nantinya saat menulis bisa megembangkan ide.

3. Inspirasi

Inspirasi adalah seseuatu yang membuat kita melakukan hal yang kreatif

Gimana yah ngomongnya. Maksudya gini kalau misalkan kita ngeliat orang pinter, kaya, terus kamu juga merasa wahh aku juga pengen tuh kek orang itu, pengen kaya juga. Nah itu namaya terinspirasi. Maksudnya tuh sebuah dorongan yang muncul dalam diri kita yang membuat kita mau melakukan sesutu yang kreatif.

Kalau misalnya dalam dunia kepenulisan nih, contohnya dalam kisah nyata kamu mendengar sebuah cerita tentang kematian sepasang suami istri, anggaplah kisa Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah. Truss kamu jadi kepengen tuh nulis sebuah novel yang menceritakan tentang kisah mereka meski nggak 100% itu cerita yang real. Sampai sini semoga ngerti yahh.

Okeh sampai sini dulu yah guys. Observasi, referensi dan juga inspirasi gak hanya untuk karya fiksi saja tetapi berlaku juga untuk karya Nonfiksi bahkan untuk hal diluar dari kepenulisan pun juga berlaku ketiga hal ini. Selamat berkarya guys. Fighthing!

Comments

Popular posts from this blog

Cara Penulisan Tanda Baca Pada Dialog Tag (Novel/Cerpen)

Bagaimana sih cara penulisan tanda baca pada dialog tag? Balik lagi nih sama aku, dengererin aku bercerita yahhh. Cuma sebentar kok, hehehe…. Kali ini aku mau singgung sedikit tentang dialog tag . Biasanya dialog tag ini dijumpai dalam karya fiksi seperti novel atau cerpen. Untuk mengenal lebih dalam lagi apa itu karya fiksi silahkan liat di sini yahh  definisi fiksi dan nonfiksi Jadi kali ini aku bakalan ceritain tentang diriku yang baru-baru ini terjun dalam dunia kepenulisan. Baru banget sih masih sekitaran bulan september kemarin 2021. Gak pernah nyangka bahwa suatu hari aku bakalan terjun dalam dunia literasi. Dulu saat sekolah, aku selalu mikir kayak gini “ngapain sih belajar bahasa Indo, gak guna banget. Toh dalam kehidupan sehari-hari juga gak kepake.  Setiap hari kita ngomong juga gak perlu tuh pake kalimat yang terstruktur seperti harus pake kalimat subjek+objek+predikat+keterangan.  Gak ada tuh kek gituan, bahasa baku juga gak kepake. Lalu apa dong tujua...

Review Buku: How to Respect Myself Karya Yoon Hong Gyun

HOW TO RESPECT MYSELF Buku "How To Respect Myself" Buku “How To Respect Myself” adalah buku yang membahas tentang harga diri, tips-tips   meningkatkan harga diri dan mencintai diri sendiri.  Buku ini ditulis oleh Yoon Hong Gyun yang merupakan dokter kejiwaan. Di dalam buku ini terdapat banyak sekali latihan-latihan yang dapat dipraktekkan bagi pembaca untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Kelebihan Yang menarik dari buku ini ialah dokter Yoon Hong Gyun kebanyakan mengangkat kisah yang dialami oleh pasiennya termasuk yang dialami oleh dirinya sendiri. Dengan begitu, informasi yang didapat pembaca terasa begitu nyata. Kekurangan Adapun kekurangan dari buku ini yaitu, karena pembagian bab ke dalam sub bab yang banyak sehingga terdapat beberapa sub bab yang terlalu singkat sehingga masih meninggalkan ketergantungan pembahasan. Meski demikian, janganlah kita terfokus pada kekurangannya tapi coba lihat berapa banyak kelebihan yang dipaparkan buku ini dalam membantu oran...

Pengertian Denotasi dan Konotasi yang mudah dipahami

  Denotasi dan Konotasi itu apa sih?  Denotasi dan konotasi ini lumayan mirip yah kayak saudara kembar aja, hehehe…. Benar! Layaknya saudara kembar yang tentunya mirip tetapi tetap saja memiliki perbedaan.  Meski mereka terlahir dari rahim yang sama, memiliki wajah yang sama tetap saja ada perbedaannya baik perbedaan besar maupun kecil. Jika si Rina memiliki tahi lalat di hidungnya, biasanya Rana tidak memilikinya. Atau mungkin memiliki tetapi tidak terletak di tempat yang sama dengan Rina. Jika si Rina orangnya cerewet, besar kemungkinan si Rana pendiam. Sama halnya dengan Mas Kono dan Mas Deno ini. Denotasi/denotatif adalah pengungkapan suatu kata yang merujuk pada arti yang sebenarnya sehingga mudah dipahami. Sedangkan Konotasi/konotatif lebih merujuk pada arti yang bukan maksud sesungguhnya atau sering disebut dengan kata kiasan. Denotasi/denotatif lebih mudah kita temukan karena merupakan kata yang sebenarnya tertulis pada kalimat. Sementara Kata konotasi/...