Skip to main content

Cara Asyik Untuk Gemar Membaca



Hai Guys!

Pernah gak sih kalian iri dengan orang-orang di sekitarmu? Ketika melihat mereka selalu update story tentang qoute yang mereka baca di buku, ketika mereka kemana-mana selalu bawa buku, baca buku di mana aja. 


Sepertinya mereka terlihat nyaman yah dengan buku-buku itu, kayaknya kalau mereka gak punya temen bakalan fine-fine aja yah soalnya mereka selalu punya buku yang jadi soulmatenya mereka.

Tapi pernah gak sih kalian mikir, mengapa mereka bisa secinta itu dengan buku. Kita yang liat aja merasa bosen. Emangnya mereka gak bosen apa tiap hari baca buku mulu?

Ternyata mereka itu gak semuanya suka buku dari awal kok, ada diantara mereka memang suka dari kecil, ada pula sejak ia remaja, ada pula orang yang baru suka baca buku ketika umurnya sudah dewasa seperti aku ini. Jadi aku tuh suka baca gak dari sononya kok, aku baru suka pada umur dua puluhan.

Aku suka baca buku bukan dari kecil tetapi aku menyukainya karena ada sesuatu hal yang mendasarinya. 

Apa? Uang! Iya, semuanya karena uang. Saat aku mulai stress gara-gara mikirin biaya kuliah aku mulai mencari tahu tentang kepenulisan.

Aku menemukan fakta bahwa menulis itu ternyata bisa memberikan cuan. Saat itu aku ngotot buat meniti karir di dunia literasi. Tetapi gimana yah aku sama sakali gak ada bakat saat itu, aku  cari informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana caranya menulis. Dan hal yang paling menohok itu adalah membaca. Aku langsung wahhh…gimana nih aku gak pernah baca, bacanya cuma story sosial media oranng.

Kenapa membaca? Karena kalau sebagai pemula kita pasti masih kekurangan kosa kata, dan cara mendapatkan kosa kata tambahan itu dengan cara membaca, kita juga masih tidak mengerti tentang alur dan lain-lain sebagainya. 

Makanya membaca adalah solusi yang sangat direkomendasiin dan dari membaca pulalah kita bisa mendapatkan referensi serta inspirasi.

Dari situlah aku memaksa diriku untuk rajin membaca, keterpaksaan itulah yang melahirkan kebiasaan hingga menjadi hobi. Tetapi meski begitu, kadang kita masih sulit membuat kegiatan membaca itu terasa menyenangkan. Kalau begitu kalian bisa coba tips-tips berikut ini.

1. Cari buku yang relate dengan keadaan kita atau suasana hati

Misalnya nih kamu pecinta genre romansa yah jangan pilih buku yang bercerita tentang kisah horor. Atau misalnya kamu lagi insecure nih atau galau maka pilihlah buku yang bertema tentang harga diri.

Misalnya nih aku pas gak tau banget harus ngapain, merasa gak berarti, gak bisa dibanggain pokoknya perasaan yang melukai harga diriku, nah buku yang kubaca saat itu buku yang berkaitan dengan suasanan hatiku seperti “ketika kita tak pernah jadi apa-apa” kalian gak punya bukunya? yah gak papa, bisa baca di wattpad atau download pdfnya di website.

2. Membiasakan membaca buku setiap harinya

Seperti yang saya katakan tadi, gak papa kok kalau awalnya terpaksa. Ntar lama kelamaan juga jadi terbiasa lalu jadi hobi. Pokonya baca aja dah, gak peduli berapa halaman bisanya, satu paragraf doang juga gak papa kok.

3. Membagikan isi buku yang kita baca

Nah kebiasaan aku nih kalau habis baca buku selalunya pengen dibagikan ke teman-teman,apalagi kalau isinya berupa nasehat, motivasi, atau sesuatu yang menggambarkan keadaan aku secara pribadi. Aku suka banget tuh jadiin qoute nya sebagai story sosmedku, secara tidak langsung melalui qoute itu perasaanku terwakilkan.

Dari ketiga tips di atas, mana nih yang sudah kamu terapkan?

Comments

Popular posts from this blog

Cara Penulisan Tanda Baca Pada Dialog Tag (Novel/Cerpen)

Bagaimana sih cara penulisan tanda baca pada dialog tag? Balik lagi nih sama aku, dengererin aku bercerita yahhh. Cuma sebentar kok, hehehe…. Kali ini aku mau singgung sedikit tentang dialog tag . Biasanya dialog tag ini dijumpai dalam karya fiksi seperti novel atau cerpen. Untuk mengenal lebih dalam lagi apa itu karya fiksi silahkan liat di sini yahh  definisi fiksi dan nonfiksi Jadi kali ini aku bakalan ceritain tentang diriku yang baru-baru ini terjun dalam dunia kepenulisan. Baru banget sih masih sekitaran bulan september kemarin 2021. Gak pernah nyangka bahwa suatu hari aku bakalan terjun dalam dunia literasi. Dulu saat sekolah, aku selalu mikir kayak gini “ngapain sih belajar bahasa Indo, gak guna banget. Toh dalam kehidupan sehari-hari juga gak kepake.  Setiap hari kita ngomong juga gak perlu tuh pake kalimat yang terstruktur seperti harus pake kalimat subjek+objek+predikat+keterangan.  Gak ada tuh kek gituan, bahasa baku juga gak kepake. Lalu apa dong tujua...

Review Buku: How to Respect Myself Karya Yoon Hong Gyun

HOW TO RESPECT MYSELF Buku "How To Respect Myself" Buku “How To Respect Myself” adalah buku yang membahas tentang harga diri, tips-tips   meningkatkan harga diri dan mencintai diri sendiri.  Buku ini ditulis oleh Yoon Hong Gyun yang merupakan dokter kejiwaan. Di dalam buku ini terdapat banyak sekali latihan-latihan yang dapat dipraktekkan bagi pembaca untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Kelebihan Yang menarik dari buku ini ialah dokter Yoon Hong Gyun kebanyakan mengangkat kisah yang dialami oleh pasiennya termasuk yang dialami oleh dirinya sendiri. Dengan begitu, informasi yang didapat pembaca terasa begitu nyata. Kekurangan Adapun kekurangan dari buku ini yaitu, karena pembagian bab ke dalam sub bab yang banyak sehingga terdapat beberapa sub bab yang terlalu singkat sehingga masih meninggalkan ketergantungan pembahasan. Meski demikian, janganlah kita terfokus pada kekurangannya tapi coba lihat berapa banyak kelebihan yang dipaparkan buku ini dalam membantu oran...

Pengertian Denotasi dan Konotasi yang mudah dipahami

  Denotasi dan Konotasi itu apa sih?  Denotasi dan konotasi ini lumayan mirip yah kayak saudara kembar aja, hehehe…. Benar! Layaknya saudara kembar yang tentunya mirip tetapi tetap saja memiliki perbedaan.  Meski mereka terlahir dari rahim yang sama, memiliki wajah yang sama tetap saja ada perbedaannya baik perbedaan besar maupun kecil. Jika si Rina memiliki tahi lalat di hidungnya, biasanya Rana tidak memilikinya. Atau mungkin memiliki tetapi tidak terletak di tempat yang sama dengan Rina. Jika si Rina orangnya cerewet, besar kemungkinan si Rana pendiam. Sama halnya dengan Mas Kono dan Mas Deno ini. Denotasi/denotatif adalah pengungkapan suatu kata yang merujuk pada arti yang sebenarnya sehingga mudah dipahami. Sedangkan Konotasi/konotatif lebih merujuk pada arti yang bukan maksud sesungguhnya atau sering disebut dengan kata kiasan. Denotasi/denotatif lebih mudah kita temukan karena merupakan kata yang sebenarnya tertulis pada kalimat. Sementara Kata konotasi/...