Pernah gak sih kalian iri dengan orang-orang di sekitarmu? Ketika melihat mereka selalu update story tentang qoute yang mereka baca di buku, ketika mereka kemana-mana selalu bawa buku, baca buku di mana aja.
Sepertinya mereka terlihat nyaman yah dengan buku-buku itu, kayaknya kalau mereka gak punya temen bakalan fine-fine aja yah soalnya mereka selalu punya buku yang jadi soulmatenya mereka.
Tapi pernah
gak sih kalian mikir, mengapa mereka bisa secinta itu dengan buku. Kita yang
liat aja merasa bosen. Emangnya mereka gak bosen apa tiap hari baca buku mulu?
Ternyata
mereka itu gak semuanya suka buku dari awal kok, ada diantara mereka memang
suka dari kecil, ada pula sejak ia remaja, ada pula orang yang baru suka baca
buku ketika umurnya sudah dewasa seperti aku ini. Jadi aku tuh suka baca gak
dari sononya kok, aku baru suka pada umur dua puluhan.
Aku suka baca buku bukan dari kecil tetapi aku menyukainya karena ada sesuatu hal yang mendasarinya.
Apa? Uang! Iya, semuanya karena uang. Saat aku mulai stress
gara-gara mikirin biaya kuliah aku mulai mencari tahu tentang kepenulisan.
Aku menemukan fakta bahwa menulis itu ternyata bisa memberikan
cuan. Saat itu aku ngotot buat meniti karir di dunia literasi. Tetapi gimana
yah aku sama sakali gak ada bakat saat itu, aku cari informasi
sebanyak-banyaknya tentang bagaimana caranya menulis. Dan hal yang paling
menohok itu adalah membaca. Aku langsung wahhh…gimana nih aku gak pernah baca,
bacanya cuma story sosial media oranng.
Kenapa membaca? Karena kalau sebagai pemula kita pasti masih kekurangan kosa kata, dan cara mendapatkan kosa kata tambahan itu dengan cara membaca, kita juga masih tidak mengerti tentang alur dan lain-lain sebagainya.
Makanya membaca adalah
solusi yang sangat direkomendasiin dan dari membaca pulalah kita bisa
mendapatkan referensi serta inspirasi.
Dari situlah aku memaksa diriku untuk rajin membaca,
keterpaksaan itulah yang melahirkan kebiasaan hingga menjadi hobi. Tetapi meski
begitu, kadang kita masih sulit membuat kegiatan membaca itu terasa
menyenangkan. Kalau begitu kalian bisa coba tips-tips berikut ini.
1. Cari buku yang relate dengan keadaan kita atau suasana hati
Misalnya nih kamu pecinta genre romansa yah jangan pilih buku yang bercerita tentang kisah horor. Atau misalnya kamu lagi insecure nih atau galau maka pilihlah buku yang bertema tentang harga diri.
Misalnya nih aku pas gak tau banget harus ngapain, merasa gak berarti, gak bisa dibanggain pokoknya perasaan yang melukai harga diriku, nah buku yang kubaca saat itu buku yang berkaitan dengan suasanan hatiku seperti “ketika kita tak pernah jadi apa-apa” kalian gak punya bukunya? yah gak papa, bisa baca di wattpad atau download pdfnya di website.
2. Membiasakan membaca buku setiap harinya
Seperti yang
saya katakan tadi, gak papa kok kalau awalnya terpaksa. Ntar lama kelamaan juga
jadi terbiasa lalu jadi hobi. Pokonya baca aja dah, gak peduli berapa halaman
bisanya, satu paragraf doang juga gak papa kok.
3. Membagikan isi buku yang kita baca
Nah kebiasaan
aku nih kalau habis baca buku selalunya pengen dibagikan ke teman-teman,apalagi
kalau isinya berupa nasehat, motivasi, atau sesuatu yang menggambarkan keadaan
aku secara pribadi. Aku suka banget tuh jadiin qoute nya sebagai story
sosmedku, secara tidak langsung melalui qoute itu perasaanku terwakilkan.
Dari ketiga tips di atas, mana nih yang sudah kamu terapkan?
Comments
Post a Comment